Peralatan LAN

Peralatan jaringan LAN yang di gunakan Kabel, Lan Card (ethernet Card), Repeter, Hub, Bridge dan Switch.

1.  Kabel dan Peralatannya.

Ada 3 bagian besar standard jaringan Unshielded Twisted Pair (UTP) yaitu, Ethernet 10 Mhz (10 Mbs) 10BASE-T, Ethernet 100 Mhz (100 Mbs) 100BASE-TX Fast Ethernet. dan Gigabits Ethernet 1000 Mhz (1000 Mbs). Jaringan yang sederhana bisa dibuat hanya dengan 2 komputer. Masing-masing komputer mempunya NIC (Network Interface Card) dan menjalankan Software Jaringan dan antara keduanya di hubungkan dengan Cross Over kabel.

Jaringan 2 Komputer

Untuk menghubungkan jaringan komputer yang lebih banyak di perlukan HUB atau SWITCH dan di gunakan kabel Straigh t-Thru.

Jaringan Dengan lebih dari 2 Komputer

Kabel yang biasa digunakan untuk jaringan twisted-pair adalah category 5 (CAT 5) untuk 10 Mbs dan 100 Mbs. Untuk Gigabit Ethernet gunakan Kabel CAT 5e atau CAT 6.

Kabel CAT 5

Ujung dari kabel yang di buat baik Straight mau pun Cross harus di pasang konektor sebagai terminal dari kabel. Konektor ini di sebut RJ-45 (Registered Jack 45).

Konektor RJ-45

Tang Crimp digunakan untuk mengcrimping kabel dan konektor RJ-45.

Salah satu jenis tang Crimp

Setelah mengetahui peralatan yang di butuhkan untuk membuat kabel jaringan mari kita coba membuat kabel tersebut. Pada dasarnya kabel yang di pakai hanya 4 sisa nya sebagai ground dan pin-pin yang di pakai (hubungkan) adalah pin 1,2,3 dan 6 dan untuk kabel cross pin 1 di hubungkan ke pin 3, 2 ke 6, Pin TX (transmitter) berhubungan dengan pin RX (receiver). Untuk lebih jelasnya seperti pada gambar berikut.

Ada dua standard kode warna yang dapat digunakan yaitu EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B. Kedua standar tersebut dihubungkan dengan konektor RJ-45 seperti berikut.

Gambar dari tampak depan dari jack RJ-45

Contoh pemakian kabel yang menggunakan standard EIA/TIA 568A dengan memakai ke 8 kabel.

Gambar yang lebih lengkap tentang urutan warna pemakaian kabel sesuai standar adalah sebagai berikut.

Tampak kabel dan konektor RJ-45 yang sudah jadi.

Panjang kabel yang dapat digunakan untuk menghubungkan antara PC dengan HUB atau pun PC dengan PC tidak dapat lebih dari 100 meter.

2.  Network Interface Card (NIC)

NIC adalah peralatan fisik yang menjembatani antara network dan komputer. NIC sangat menentukan kecepatan dalam suatu jaringan. NIC biasanya berbentuk kartu yang di pasang di dalam komputer (internal), bisa berupa card ISA, PCI, atau PCMCIA.

3.  Repeater

Repeter digunakan untuk menghubungkan segmen kabel agar dapat menjangkau jarak yang lebih jauh. Repeter berfungsi hanya untuk memperkuat sinyal.

4.  Hub

Hub dan repeater dapat di katakan hampir sama, hanya meneruskan data tanpa memiliki kecerdasan mengenai alamat-alamat yang dituju. Hub tidak memiliki kemampuan untuk meneruskan data ke komputer lain yang berbeda network ID. Hub hanya memiliki satu domain collision, sehingga walaupun komputer-komputer dihubungkan ke port-port yang berlainan, tetapi tetap berada pada satu domain collision yang sama. Dengan demikian, jika salah satu port sibuk, port-port yang lain harus menunggu. Hub dapat dihubungkan dengan hub lainnya secara berantai (disy chain) untuk memperluas jaringan LAN. Pada jaringan Ethernet 10BaseT, untuk menghubungkan beberapa hub didalam sutau domain collison, berlaku peraturan-peraturan sebagai berikut :

  • Antara 2 komputer hanya di perbolehkan 4 hub dan 5 segmen kabel
  • Panjang kabel antara komputer ke hub atau hub ke hub maksimum 100 meter
  • Diameter jaringan adalah panjang kabel maksimum antar 2 komputer misalnya antar komputer A dan komputer B, adalah 500 meter.
  • Panjang kabel antara hub dan komputer minimum 1 meter.

5.  Bridge

Fungsi utama bridge adalah un tuk memisahkan jaringan yang luas menjadi subjaringan yang lebih kecil. Pada dasarnya bridge akan mengisolasi sebuah subjaringan dengan subjaringan lain. Bridge akan sangat selektif dalam melewatkan data untuk dikirimkan antar subjaringan. Bridge digunakan untuk membagi LAN menjadi 2 domain collision untuk mengurangi jumlah tabrakan (collision) dan metode ini di sebut segmentasi. Bridge bekerja pada lapisan data link dan menggunakan MAC address untuk meneruskan frame-frame data ke tujuannya. Salah satu kelemahan bridge adalah jika alamat yang diterima tidak dikenal oleh bridge, maka akan disiarkan berita ke jaringan segmen lain dan hal ini dapat menyebabkan terjadinya broadcast strom (badai siaran) yang efeknya dapat membuat jaringan macet total. Walaupun dapat memiliki domain collision yang berbeda, tetapi peralatan bridge hanya memiliki satu broadcat domain.

6.  Switch

Switch adalah sejenis bridge yang juga bekerja pada lapisan data link tetapi memiliki keungulan karena memiliki sejumlah port yang masing-masing memiliki domain collision sendiri-sendiri. Switch menciptakan virtual private network (VPN) dari port pengirim dan port penerima. Jika 2 host (komputer) sedang berkomunikasi lewat VPN tersebut, dan tidak mengganggu segmen lainnya. Jadi, jika satu port sedang sibuk, port-port lain tetap dapat berfungsi. Dengan switch memungkinkan transmisi full duplex untuk hubungan port ke port. Pengiriman dan penerimaan dapat dilakukan bersamaan mengunakan VPN. Persyaratan untuk mengadakan hubungan full duplex adalah hanya satu host (komputer) yang dapat dihubungkan ke satu port dari switch (satu segment per node). Komputer tersebut harus memiliki NIC yang mendukung (support) Ful duplex, serta collision detection dan loopback harus disable (dimatikan).

7.  Router

Router merupakan peralatan utama yang digunakan dalam Wide Area Network (WAN). Informasi (paket data) dapat di teruskan ke alamat-alamat yang berjauhan dan berada di network yang berlainan. Hal itu tidak dapat dilakukan oleh hub, bridge atau switch. Pada router proses seleksi atau peroutean dilakukan pada network layer dari arsitektur jaringan komputer. Artinya proses seleksi bukan pada ethernet address tapi pada lapisan yang lebih tinggi seperti Internet protocol address.

8.  Wireless LAN

Prinsip dasar dari jaringan wireless LAN sama saja dengan jaringan pada ethernet card hanya beda pada media transmisi yang melalui udara. Access Point (AP) pada wireless LAN berfungsi mirip sebagi HUB, tanpa access point peralatan wireless (komputer yang mempunyai wereless adapter) hanya dapat berkomunikasi lewat point to point (2 komputer atau lebih). Agar semua komputer dapat berkomunikasi dengan WLAN yang sama, maka pada access point akan mengeluarkan sinyal (code) SSID (Service Set Identification) dan pada semua komputer yang akan terhubung dengan akases point tersebut harus di isikan (konfigurasi) mengunakan SSID yang di keluarkan accsess point tersebut.

Dengan memakai access point jaringan dapat di hubungkan antara jaringan yang mengunakan kabel dan jaringan yang menggunakan perangkat wireless. Jarak yang bisa dicapai dengan WLAN bisanya bisa sampai puluhan meter (indor) dan sampai ratusan meter (kilo meter) (outdor) tergantung jenis dan merek, penguat dan antena yang digunakan.

Access Point ( AP) untuk indor

About these ads

About bagusware

Aku adalah aku, dan kamu adalah kamu... Aku dan kamu pasti bisa...

Posted on 5 Desember 2010, in Jaringan Komputer. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: