Tips Trik Percaya Diri Berbicara di Depan Umum

Sebelum saya memberikan tips bagaimana cara mengatsi grogi saat berbicara di depan umum perlu saya ingatkan kembali bahwa keterampilan bicara adalah keterampilan proses. Tidak ada orang yang langsung menjadi ahli bicara. Semuanya diawali dari, malu, gemetar dengan keringat dingin, grogi dan sejuta rasa lainnya. Jangankan bagi yang belum pernah pengalaman, seorang yang sudah pengalaman pun kadang- kadang masih dihinggapi rasa kurang pede dan grogi. Jadi kalau menuggu sampai tidak ada rasa grogi, dibutuhkan waktu dan jam terbang yang lama. Butuh proses.

Tips PD:

  • Harus merasa diri kita paling hebat
  • Gak peduli kata orang yang penting kitanya aja nyaman
  • Gak usah mikirin nanti jalani aja apa yang ada sekarang
  • Cintailah diri sendiri sebelum cinta dengan orang lain

Coba lakuin itu. Pasti jadi PeDe abis. Intinya kalo kita emang jadi orang yang penuh percaya diri kita harus nyaman dengan apa yang dalam diri kita sendiri. Kalau kita sendiri gak nyaman sama yang ada di diri kita gimana orang lain mau ngerasa nyaman sama kita. Jadi diri sendiri aja!

Tips Lancar ngomong di depan orang:

  1. Nguasain pokok bahasan yang bakal di omongin
  2. Santai aja gak usah terburu-buru biar orang bisa dengan jelas dan langsung mengerti apa yang kita maksud
  3. Bawa suasana jadi nyaman dan buat orang lain mau fokus dengerin apa yang kita omongin. Topik pembicaraan harus semenarik mungkin. Kalaupun topiknya serius, gak ada salahnya juga kalau kita bikin suasana cair dengan nyelipin hal-hal yang lucu biar pendengar gak boring
  4. PD! Modal terpenting yang gak boleh dilupain adalah PeDe. Kalaupun apa yang kamu sampein ada yang salah. Gak usah gugup, biar orang lain gak nyadar sama kesalahan kita.

Jangan berpikiran negatif berupa:

  1. Audience terlalu banyak dan banyak orang yang sudah pintar bicara, maka saya kurang pede
  2. Audience akan meneriaki “huuuuuuu..?” bila saya salah
  3. Audience akan mempergunjingkan saya bila saya salah
  4. Saya akan malu bila apa yang saya sampaikan tidak menarik
  5. Saya akan malu bila saya salah dalam bicara nanti dan
  6. Masih banyak alasan negatif yang mengantarkan Anda menjadi semakin tidak percaya diri atau grogi.

Hasilnya, keringat dingin keluar, gemetar, bicara tidak lancar dan salah-salah terus selama bicara. Pada saat seperti itu, pikiran sibuk memikirkan audience yang “menakutkan” ketimbang memimikirkan materi yang sedang di sampaikan.

Anda akan tampil lebih percaya diri bila memandang audience sebagai:

  1. Sekelompok manusia yang sedang memberikan kesempatan baik pada Anda untuk bicara
  2. Mereka tidak akan menghukum bila Anda keliru
  3. Keliru dalam berlatih bicara adalah hal yang wajar yang dialami oleh setiap orang
  4. Mereka juga belum tentu memiliki keberanian untuk bicara
  5. Kalau pun ia diberi kesempatan bicara ia pasti melakukan kesalahan seperti Anda
  6. Dalam sejarah belum ada audience yang “mencemooh” pembicara bila dalam menyampaikannya secara santun dan
  7. Ini adalah kesempatan terbaik untuk berlatih bicara.

Dengan kata lain, audiene bukan menjadi beban pikiran selama Anda bicara. Bila perlu Anda cuek-bebek (tapi sopan) selama bicara. Ketika Anda telah mengusai audience dengan cara respon positif seperti tersebut di atas, pikiran Anda tinggal fokus pada materi.

Perlu dicatat bahwa mengapa seorang pembicara grogi karena pikirannya selama bicara sibuk memikirkan audiencenya yang dianggap “menakutkan”. Menakutkan atau tidaknya sangat tergantung bagaimana pikiran kita “menafsirkannya”. Bila menafsirkannya sebagai hal yang tidak menakutkan, maka pikiran akan lancar, fokus pada topik, bicara pun lancar tanpa beban grogi.

Berani bicara kapan dan dimana saja bila ada kesempatan tampil di depan umum. Jangan takut salah dan takut ditertawakan, bicara dan bicaralah. Kalau Anda tidak pernah mencobanya, maka tidak pernah punya pengalaman. Jangan berpikir, benar-salah, bagus-tidak, mutu-tidak, selama bicara. Pokoknya, Anda sedang uji nyali, berani atau tidak. Ketika Anda berani mencobanya, berarti nyali Anda hebat. Semakin sering Anda lakukan, semakin kuat nyalinya dan tidak takut lagi. Pokoknya Anda harus berani malu.

Komitmen untuk terus berlatih. Tiada sukses tanpa latihan terus menerus. Tiada juara tanpa banyak latihan. Tiada bicara tanpa grogi bila hanya tampil (berlatih) satu atau dua kali saja. Bicaralah saat ada kesempatan bicara, karena keterampilan berbicara hanya dapat diperoleh dengan “berbicara” bukan dengan cara “belajar tentang”. Satu ons praktik bicara lebih baik dari pada satu ton teori berbicara. Selamat mencoba.

Terinspirasi dari Diriku sendiri yang pingin bisa Pede apabila berbicara di depan umum / presentasi di depan kelas.

Terima kasih Kunjungannya…

Bagus Dream

Special Thank to pusatdunia

About these ads

About bagusware

Aku adalah aku, dan kamu adalah kamu... Aku dan kamu pasti bisa...

Posted on 27 April 2011, in Motivasi, Pendidikan, Tips and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Mungkin saya bisa nambahin dikit,
    jika memungkinkan minta feedback (dari sisi cara presentasi) dari audience setelah presentasi, yang bagus-bagus atau rada nylekit harus diterima sebagai masukan dalam memperbaiki cara komunikasi, karena dari sudut pandang yang berbeda kualitas komunikatif seseorang bisa berbeda.

    Terakhir yang terpenting dari sebuah presentasi adalah, maksud atau materi yang ingin disampaikan dapat dimengerti secara utuh oleh para pendengar.

    Penguasaan diri, materi dan terakhir penguasaan terhadap suasana audience supaya tidak membosankan

    Tipsnya kamu cukup bagus (:

  2. Wah…Terima kasih sarannya gan…
    Komentarnya sangat membantu…
    Iya betul yang agan sampaikan…. Setiap orang / audience memiliki pribadi yang unik. Untuk itu kita seoptimal mungkin harus dapat menjelaskan materi dengan baik dan menarik agar tidak membosankan dan semua audience menjadi faham…

  3. Mgkin bnr jg pa yg dsampaikan cma hal yg sring saya alami nafas kta g braturan dan klu sudah gtu bcara saya kyk mngecil suaranya hum da tips yg lbh knkret

    • hehehe…..yap dicoba dulu aja gan tipsnya….
      tapi modal utama yang paling penting ada PeDe (pasang muka tembok) dan punya keberanian (benar salah udah jangan dipedulikan,,,wajar kan kalau kita salah. kan memang manusia tempatnya salah yang penting harus berani tampil)…. serta qta harus menguasai materi itu harus sob…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: