Media Belajar Untuk Masyarakat

Salah satu tantangan sebagai fasilitator adalah merancang metode dan media yang cocok (tepat guna) dengan peserta belajar. Apabila peserta belajar adalah masyarakat buta huruf (illiterate) atau tingkat bacanya rendah (low-literate), sebaiknya digunakan media yang:

  • Tidak terlalu banyak tulisan (tulisannya dikurangi); tulisan sebaiknya hanya untuk hal-hal pokok saja dan usahakan kalimat-kalimatnya lebih pendek dan memakai huruf berukuran besar
  • Gambarnya lebih banyak; gambar menjadi komponen yang utama dalam media tersebut. Buatlah gambar yang sederhana dan jelas.
  • Formatnya besar; poster tunggal atau lembar balik akan lebih tepat daripada buklet, meskipun keduanya mengandung gambar yang banyak

Visual sesuai dengan kenyataan; sebaiknya tidak menggunakan gambar karikatur atau gambar yang abstrak. Buatlah gambar yang realistis atau naturalis. 

A. Media sebagai Alat Berbagi Pengalaman (Media Diskusi)

Media sebagai alat berbagi pengalaman adalah media yang bisa mendorong semua peserta untuk berdiskusi dan bertukar pikiran/ informasi (dalam diskusi kelompok atau pleno).

  • Fasilitator membagikan media kepada kelompok dan menjelaskan cara menggunakannya sebagai bahan diskusi (misal: media gambar, “fotonovela” atau komik foto, lembar kasus, dan sebagainya).
  • Peserta melaksanakan diskusi kelompok dengan menggunakan media tersebut.
  • Pada saat pleno, kelompok juga menggunakan media untuk menampilkan hasil kerjanya, misalnya:

–         Hasil diskusi ditampilkan dalam bentuk visual (gambar, skema, tabel)

–         Hasil analisa kasus dirumuskan di atas flipchart

–         Pelajaran-pelajaran ditulis di atas kartu-kartu metaplan, dan sebagainya

B. Media sebagai Alat Berbagi Peran

Media sebagai alat berbagi peran adalah media yang mendorong kegiatan bersama (melibatkan sesama peserta atau peserta dengan fasilitator untuk melaksanakan kegiatan bersama).

  • Fasilitator menjelaskan cara menggunakan media untuk melaksanakan suatu kegiatan (tugas tim), misalnya:

–         Lembar praktek/kerja kelompok

–         Panduan simulasi/bermain peran

–         Media untuk melakukan permainan (games)

  • Peserta menggunakan media untuk melaksanakan suatu kegiatan dan melakukan pembagian tugas di antara mereka (siapa mengerjakan apa).

C. Media sebagai Alat Penyadaran/Motivasional

Media penyadaran adalah media yang bersifat menggugah perasaan dan mendorong peserta merefleksi sikap-nilai mereka. Media motivasional adalah media yang menimbulkan semangat untuk bertindak dan memecahkan masalah yang terjadi dalam situasi nyata peserta.

  • Apabila media akan digunakan peserta, fasilitator menjelaskan cara menggunakan media untuk melakukan suatu kegiatan (poster, role-play, lembar kasus, drama, permainan). Fasilitator bisa juga menayangkan media yang menggugah (cuplikan film, dongeng digital) untuk dilanjutkan dengan diskusi pembahasan.
  • Untuk mengembangkan proses penyadaran, fasilitator mempersiapkan pertanyaan kunci yang bersifat refleksi sikapnilai (renungan). Peserta menarik pelajaran (lesson learned) dari kegiatan/media tersebut dan melakukan perenungan bersama.
  • Untuk mengembangkan proses motivasional, fasilitator menyiapkan pertanyaan kunci untuk mengembangkan pendapat, gagasan tindakan terhadap situasi nyata yang mereka alami yang serupa dengan situasi yang ditampilkan dalam media.

D. Media sebagai Alat Bantu Penjelasan

Media sebagai alat bantu adalah media yang bisa digunakan oleh fasilitator maupun peserta untuk menjelaskan sesuatu pembahasan (presentasi, ceramah, memberi penjelasan, dan sebagainya).

  • Fasilitator menggunakan media untuk menjelaskan, misalnya:

–         Transparansi atau powerpoint slide untuk menjelaskan materi belajar atau tugas kelompok (metode ceramah)

–         Flipchart untuk menjelaskan penugasan kepada peserta

–         Kartu-kartu metaplan untuk menjelaskan kesimpulan diskusi pleno, dan sebagainya.

  • Media juga bisa digunakan oleh peserta untuk menjelaskan sesuatu (misal: gambar, flipchart, metaplan, transparansi, power point, dan sebagainya).
  • Fasilitator kemudian meminta semua peserta untuk memberikan tanggapan, masukan, komentar, atau pertanyaan terhadap penjelasan.

E. Media sebagai Alat Analisa Masalah

Media analisa masalah digunakan sebagai alat bantu untuk melihat semua sudut pandang dan faktor yang saling berkaitan terhadap suatu permasalahan. Media ini harus bisa menggambarkan suatu kerangka atau sistem pemikiran agar mudah dianalisa.

  • Fasilitator menjelaskan cara menggunakan media sebagai bahan diskusi analisis (misal: media gambar, lembar kasus, panduan role play, format analisa SWOT atau format analisa pohon masalah, dsb.).
  • Peserta menggunakan media untuk melakukan analisa masalah, sebab-akibat masalah, dan mengembangkan alternatif pemecahan masalah dan pilihan tindakan.

F. Media sebagai Praktek

Media praktek adalah alat bantu untuk belajar keterampilan tertentu, terutama keterampilan mekanis/ penggunaan alat dan prosedur kerjanya. Keterampilan ini hanya dapat dikuasai apabila dilakukan (dipraktekkan) berkali-kali. Biasanya media praktek ini satu paket dengan media instruksional (media petunjuk teknis).

  • Fasilitator menjelaskan tujuan praktek dan berbagai media praktek (alat dan bahan) apa saja yang digunakan. Media praktek yang diperlukan tentunya tergantung pada jenis keterampilan yang dilatihkan, misalnya: praktek pembuatan pupuk kandang, praktek pembibitan, praktek pembuatan teras kebun, praktek pembuatan obat tradisional, dan sebagainya.
  • Fasilitator menjelaskan langkah-langkah atau prosedur praktek dan penggunaan berbagai alat dan bahan pada setiap langkah atau tahap kerja.
  • Fasilitator mendemonstrasikan penggunaan alat/bahan pada setiap langkah praktel dengan diikuti peserta atau peserta melakukan sendiri setiap langkah dengan didampingi fasilitator.
  • Fasilitator mengajak peserta mendiskusikan proses dan hasil praktek: apakah keterampilan baru ini perlu penyesuaian atau adaptasi dengan kebutuhan atau keadaan lokal, apakah perlu ujicoba, dan sebagainya.

G. Media Berfungsi Tunggal

Media berfungsi tunggal adalah media yang digunakan peserta secara mandiri dalam kegiatan belajarnya sendiri. Fasilitator membagikan media berfungsi tunggal (misalnya: bahan serahan, referensi, sumber acuan, dan sebagainya.) dan menjelaskan topik (isinya) secara garis besar. Media bisa dibawa pulang oleh peserta.

About bagusware

Aku adalah aku, dan kamu adalah kamu... Aku dan kamu pasti bisa...

Posted on 28 November 2010, in Media Pembelajaran. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: