Penggunaan Media Dalam Pembelajaran

A.  Media Belajar Konvensional

Media belajar konvensional disebut juga sebagai media mengajar. Pengguna media mengajar lebih banyak ‘guru’. Media lebih banyak digunakan untuk memperjelas materi yang ingin disampaikan guru kepada para ‘murid’. Sifat media yang demikian tidak membangun proses diskusi dan dialog. Walaupun media digunakan oleh peserta belajar (murid), namun semangat dari penggunaan medianya adalah untuk membantu transfer pengetahuan dari guru kepada para murid. Bukan untuk membantu peserta belajar memahami realita kehidupannya, mengkritisi, dan kemudian mengembangkan kesimpulan dan mengkaitkan antara suatu teori/konsep dengan realita tersebut.

B. Media Pembelajaran Partisipatif

Media partisipatif adalah alat yang dirancang untuk membantu peserta belajar menguraikan realita kehidupannya. Jadi, media lebih banyak digunakan oleh peserta, bukan alat bantu fasilitator. Fasilitator membantu menyiapkan media yang dapat mempermudah pembelajaran peserta.

Pembelajaran partisipatif sebenarnya mengutamakan penggunaan media lokal yang dikembangkan oleh peserta belajar sendiri untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajarannya. Apa yang dimaksud dengan media lokal? Media lokal adalah media yang alat, bahan, dan teknologinya tersedia di masyarakat itu sendiri. Apabila FI bekerja di masyarakat yang masih belum tersentuh teknologi media (media cetak, audio, audio visual, multimedia), FI dapat mengembangkan media-media dengan teknologi dijital bersama masyarakat sebagai kegiatan pembelajaran dan penguatan kapasitas. Apa yang dipaparkan dalam bab ini lebih menitikberatkan kepada penggunaan media pembelajaran kelompok, baik dengan menggunakan media lokal maupun media berbasis teknologi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengem-bangkan dan menggunakan media dalam memfasilitasi pembelajaran adalah:

  • Media yang dikembangkan dan dipergunakan dalam fasilitasi tidak boleh terlalu bersifat memberi informasi dan tidak bersifat instruksional, tetapi lebih bersifat mengajukan permasalahan yang ada.
  • Penyajian media yang ada harus diikuti dengan fasilitasi dan pembahasan oleh para peserta dengan jalan menjawab atau menfasilitasikan berbagai pertanyaan yang diajukan oleh fasilitator, sesuai dengan siklus belajar berdasarkan pengalaman:

–         Mengalami
–         Mengungkapkan pengalaman
–         Analisis
–         Menarik kesimpulan
–         Menerapkan, yang akhirnya menimbulkan pengalaman baru

  • Peran peserta lebih aktif dalam menggunakan media yang ada sebagai alat untuk “mengalami dan mengungkapkan pengalaman”. Sedangkan peran fasilitator lebih untuk menyimpulkan hasil-hasil yang dicapai.

About bagusware

Aku adalah aku, dan kamu adalah kamu... Aku dan kamu pasti bisa...

Posted on 28 November 2010, in Media Pembelajaran. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: