Remaja dan Perkembangan

Pengertian

Selama rentang kehidupan manusia, telah terjadi banyak pertumbuhan dan perkembangan dari mulai lahir sampai dengan meninggal dunia. Dari semua fase perkembangan manusia tersebut, salah satu yang paling penting dan paling menjadi pusat perhatian adalah masa remaja. Para orang tua, pendidik dan para tenaga profesional lainnya mencoba untuk menerangkan dan melakukan pendekatan yang efektif untuk menangani para remaja ini.

Banyak tokoh yang memberikan definisi tentang remaja, seperti DeBrun (dalam Rice, 1990)  yang mendefinisikan remaja sebagai periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Menurut Papalia dan Olds (2001), masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun.

Menurut Adams & Gullota (dalam Aaro, 1997), masa remaja meliputi usia antara 11 hingga 20 tahun. Sedangkan menurut Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 hingga 16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun). Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa. Papalia & Olds (2001) berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa antara kanak-kanak dan dewasa. Sedangkan Anna Freud (dalam Hurlock, 1990) berpendapat bahwa pada masa remaja terjadi proses perkembangan meliputi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan psikoseksual, dan juga terjadi perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita mereka, dimana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan.

Transisi perkembangan pada masa remaja berarti sebagian perkembangan masa kanak-kanak masih dialami namun sebagian kematangan masa dewasa sudah dicapai (Hurlock, 1990). Bagian dari masa kanak-kanak itu antara lain proses pertumbuhan biologis misalnya tinggi badan masih terus bertambah. Sedangkan bagian dari masa dewasa antara lain proses kematangan semua organ tubuh termasuk fungsi reproduksi dan kematangan kognitif yang ditandai dengan mampu berpikir secara abstrak (Hurlock, 1990; Papalia & Olds, 2001). Yang dimaksud dengan perkembangan adalah perubahan yang terjadi pada rentang kehidupan (Papalia & Olds, 2001). Perubahan itu dapat terjadi secara kuantitatif, misalnya pertambahan tinggi atau berat tubuh; dan kualitatif, misalnya perubahan cara berpikir secara konkret menjadi abstrak (Papalia dan Olds, 2001).

Perkembangan dalam kehidupan manusia terjadi pada aspek-aspek yang berbeda. Ada tiga aspek perkembangan yang dikemukakan Papalia dan Olds (2001), yaitu:

(1)   Perkembangan fisik,

(2)   Perkembangan kognitif

(3)   Perkembangan kepribadian dan sosial.

Tiga aspek perkembangan pada masa remaja(papalia dan olds) :

1.      Perkembangan fisik

Yang dimaksud dengan perkembangan fisik adalah perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas sensoris dan ketrampilan motorik (Papalia & Olds, 2001). Perubahan pada tubuh ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh, pertumbuhan tulang dan otot, dan kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi. Tubuh remaja mulai beralih dari tubuh kanak-kanak yang cirinya adalah pertumbuhan menjadi tubuh orang dewasa yang cirinya adalah kematangan. Perubahan fisik otak sehingga strukturnya semakin sempurna meningkatkan kemampuan kognitif (Piaget dalam Papalia dan Olds, 2001).Dibawah ini adalah perbedaan fisik antara masa perkembangan awal dan masa perkembangan akhir.

No Perkembangan masa remaja awal Perkembangan masa remja akhir
`1. Laju perkembangan secara umum berlangsung secara pesat Laju perkembangan secara umum kembali menurun dan sangat lambat
2. Proporsi ukuran tinggi dan berat badan sering kurang seimbang termasuk otot dan tulang Proporsi ukuran tinggi dan berat badan lebih mendekati kekuatan tubuh orang dewasa.
3. Munculny ciri-ciri skunder misalnya otot mengembang pada bagian- bagian tertentu disertai mulai aktifnya sekresi kelenjar jenis (menstruasi pada wanita dan polusi pada pria pertama kali) Siap bereproduksi organ-organ seperti orang – orang yang sudah dewasa.
4. Gerak – gerik masih tampak canggung dan kurang terkoordinasi Gerakgeriknya mulai mantap.
5. Aktif dalam berbagai jenis cabang permainan yang dicobanya Jenis dan jumlah cabang permainan lebih selektif dan terbatas pada ketrampilan yang menunjang kepada persiapan kerja.

 

2.      Perkembangan Kognitif

Menurut Piaget (dalam Santrock, 2001), seorang remaja termotivasi untuk memahami dunia karena perilaku adaptasi secara biologis mereka. Dalam pandangan Piaget, remaja secara aktif membangun dunia kognitif mereka, di mana Rumah Belajar Psikologi informasi yang didapatkan tidak langsung diterima begitu saja ke dalam skema kognitif mereka. Remaja sudah mampu membedakan antara hal-hal atau ide-ide yang lebih penting dibanding ide lainnya, lalu remaja juga menghubungkan ide-ide tersebut. Seorang remaja tidak saja mengorganisasikan apa yang dialami dan diamati, tetapi remaja mampu mengolah cara berpikir mereka sehingga memunculkan suatu ide baru. Perkembangan kognitif adalah perubahan kemampuan mental seperti belajar, memori, menalar, berpikir, dan bahasa. Piaget (dalam Papalia & Olds, 2001) mengemukakan bahwa pada masa remaja terjadi kematangan kognitif, yaitu interaksi dari struktur otak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang semakin luas untuk eksperimentasi memungkinkan remaja untuk berpikir abstrak. Piaget menyebut tahap perkembangan kognitif ini sebagai tahap operasi formal (dalam Papalia & Olds, 2001).

Tahap formal operations adalah suatu tahap dimana seseorang sudah mampu berpikir secara abstrak. Seorang remaja tidak lagi terbatas pada hal-hal yang aktual, serta pengalaman yang benar-benar terjadi. Dengan mencapai tahap operasi formal remaja dapat berpikir dengan fleksibel dan kompleks. Seorang remaja mampu menemukan alternative jawaban atau penjelasan tentang suatu hal. Berbeda dengan seorang anak yang baru mencapai tahap operasi konkret yang hanya mampu memikirkan satu penjelasan untuk suatu hal. Hal ini memungkinkan remaja berpikir secara hipotetis.

Remaja sudah mampu memikirkan suatu situasi yang masih berupa rencana atau suatu bayangan (Santrock, 2001). Remaja dapat memahami bahwa tindakan yang dilakukan pada saat ini dapat memiliki efek pada masa yang akan datang. Dengan demikian, seorang remaja mampu memperkirakan konsekuensi dari tindakannya, termasuk adanya kemungkinan yang dapat membahayakan dirinya. Pada tahap ini, remaja juga sudah mulai mampu berspekulasi tentang sesuatu, dimana mereka sudah mulai membayangkan sesuatu yang diinginkan di masa depan. Perkembangan kognitif yang terjadi pada remaja juga dapat dilihat dari kemampuan seorang remaja untuk berpikir lebih logis. Remaja sudah mulai mempunyai pola berpikir sebagai peneliti, dimana mereka mampu membuat suatu perencanaan untuk mencapai suatu tujuan di masa depan (Santrock, 2001).

Salah satu bagian perkembangan kognitif masa kanak-kanak yang belum sepenuhnya ditinggalkan oleh remaja adalah kecenderungan cara berpikir egosentrisme (Piaget dalam Papalia & Olds, 2001). Yang dimaksud dengan egosentrisme di sini adalah “ketidakmampuan melihat suatu hal dari sudut pandang orang lain” (Papalia dan Olds, 2001). Elkind (dalam Beyth-Marom et al., 1993; dalam Papalia & Olds, 2001) mengungkapkan salah satu bentuk cara berpikir egosentrisme yang dikenal dengan istilah personal fabel. Personal fabel adalah “suatu cerita yang kita katakan pada diri kita sendiri mengenai diri kita sendiri, tetapi cerita itu tidaklah benar”. Kata fabel berarti cerita rekaan yang tidak berdasarkan fakta, biasanya dengan tokoh-tokoh hewan. Personal fabel biasanya berisi keyakinan bahwa diri seseorang adalah unik dan memiliki karakteristik khusus yang hebat, yang diyakini benar adanya tanpa menyadari sudut pandang orang lain dan fakta sebenarnya. Papalia dan Olds (2001) dengan mengutip Elkind menjelaskan personal fable sebagai berikut :

 

Personal fable adalah keyakinan remaja bahwa diri mereka unik dan tidak terpengaruh oleh hukum alam. Belief egosentrik ini mendorong perilaku merusak diri oleh remaja yang berpikir bahwa diri mereka secara magis terlindung dari bahaya. Misalnya seorang remaja putri berpikir bahwa dirinya tidak mungkin hamil (karena perilaku seksual yang dilakukannya), atau seorang remaja pria berpikir bahwa ia tidak akan sampai meninggal dunia di jalan raya (saat mengendarai mobil), atau remaja yang mencoba-coba obat terlarang (drugs) berpikir bahwa ia tidak akan mengalami kecanduan. Remaja biasanya menganggap bahwa hal-hal itu hanya terjadi pada orang lain, bukan pada dirinya.

Pendapat Elkind bahwa remaja memiliki semacam perasaan invulnerability yaitu keyakinan bahwa diri mereka tidak mungkin mengalami kejadian yang membahayakan diri, merupakan kutipan yang populer dalam penjelasan berkaitan perilaku berisiko yang dilakukan remaja (Beyth-Marom, dkk., 1993). Umumnya dikemukakan bahwa remaja biasanya dipandang memiliki keyakinan yang tidak realistis yaitu bahwa mereka dapat melakukan perilaku yang dipandang berbahaya tanpa kemungkinan mengalami bahaya itu. Beyth-Marom, dkk (1993) kemudian membuktikan bahwa ternyata baik remaja maupun orang dewasa memiliki kemungkinan yang sama untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku yang berisiko merusak diri (self-destructive). Rumah Belajar Psikologi mengemukakan adanya derajat yang sama antara remaja dan orang dewasa dalam mempersepsi selfinvulnerability. Dengan demikian, kecenderungan melakukan perilaku berisiko dan kecenderungan mempersepsi diri invulnerable menurut Beyth-Marom, dkk., pada remaja dan orang dewasa adalah sama.

 

  1. Perkembangan kepribadian dan sosial

Yang dimaksud dengan perkembangan kepribadian adalah perubahan cara individu berhubungan dengan dunia dan menyatakan emosi secara unik; sedangkan perkembangan sosial berarti perubahan dalam berhubungan dengan orang lain (Papalia & Olds, 2001). Perkembangan kepribadian yang penting pada masa remaja adalah pencarian identitas diri. Yang dimaksud dengan pencarian identitas diri adalah proses menjadi seorang yang unik dengan peran yang penting dalam hidup (Erikson dalam Papalia & Olds, 2001). Perkembangan sosial pada masa remaja lebih melibatkan kelompok teman sebaya dibanding orang tua (Conger, 1991;Papalia & Olds, 2001). Dibanding pada masa kanak-kanak, remaja lebih banyak melakukan kegiatan di luar rumah seperti kegiatan sekolah, ekstra kurikuler dan bermain dengan teman (Conger, 1991; Papalia & Olds, 2001). Dengan demikian, pada masa remaja peran kelompok teman sebaya adalah besar. Pada diri remaja, pengaruh lingkungan dalam menentukan perilaku diakui cukup kuat. Walaupun remaja telah mencapai tahap perkembangan kognitif yang memadai untuk menentukan tindakannya sendiri, namun penentuan diri remaja dalam berperilaku banyak dipengaruhi oleh tekanan dari kelompok teman sebaya (Conger, 1991).

Kelompok teman sebaya diakui dapat mempengaruhi pertimbangan dan keputusan seorang remaja tentang perilakunya (Beyth-Marom, et al., 1993; Conger, 1991; Deaux, et al, 1993; Papalia & Olds, 2001). Conger (1991) dan Papalia & Olds (2001) mengemukakan bahwa kelompok teman sebaya merupakan sumber referensi utama bagi remaja dalam hal persepsi dan sikap yang berkaitan dengan gaya hidup. Bagi remaja, teman-teman menjadi sumber informasi misalnya mengenai bagaimana cara berpakaian yang menarik, musik atau film apa yang bagus, dan sebagainya (Conger, 1991).

 

Macam-macam perkembangan pada masa remaja diantaranya adalah sebaai berikut :

 

1)      Perkembangan intelek  masa remaja

Istilah intelek berati kekuatan mental yang menyebabkan manusia dapat berfikir aktivitas yang berkenan dengan proses berfikir atau kecakapan yang tinggi untuk berfikir. Menurut kamus webster new dictionary of the amirican language berati :

a)      Kecakapan untuk berfikir mengamati atau mengerti,kecakapan untuk mengamati hubungan-hubungan dan perbedaan

b)      Kecakapan mental yang besar atau sangat intlligence

c)      Pikiran atau intlegensi.

 

Banyak rumus tentang intlegensi,seperti yang dikemukakan oleh singih gunarsa(1991) seperti :

  • Intlegensi adalah merupakan suatu kumpulan kemapuan seseorang yang memungkinkannya memperoleh ilmu pengetahuan dan mengamalkan ilmu tersebut dalam hubungannya dengan lingkungan  dan masalahyang timbul.
  • Intlegensi adalah suatu bentuk tingkah laku tertentu yang tampil dalam kelancaran tindakan.
  • Intleensi meliputi penalaman dan kemampuan bertambahnya kemampuan dan tingkah laku dengan pola-pola baru.

 

 

 

Fakto-faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek diantara adalah sebagai berikut :

Menurut andi mappiare(1982) :

  • Bertambahnya informasi yang di simpan  dalam otak seseorang sehingga ia mampu berfikir reflektif.
  • Banyaknya pengalaman san latihan-latihan dalam memecahkan  masalah seseorang  dapat berfikir rasioanal.
  • Adanya kebebasan berfikir sehinga mendorong keberanian seseorang dalam menyusun hipotesis-hipotesis yang radikal,kebebasan menjajaki masalah secara keseluruhan.

 

2)      Perkembangan bakat khusus masa remaja

Menrut williwm b michael(sumardu suryabrata, 199:168) adalah bakat mencakup tiga dimensi psikologis yaitu dimensi perseptual,dimensi psikomotor, dan dimensi intlektual. dimensi perseptual meliputi presepsi yang mencakup : kepekaan pengindraan,perhatian dan orientasi terhadap waktu. Dimensi psikomotor mencakup enam faktor yaitu :

Kecepatan  gerak,kekuatn,ketelitian. Ketelitian memiliki dua macam yaitu : kecepatan statis yang meniyik beratkan pada posisi dan ketepatan dinamis yang menitik beratkan pada gerakan. Dimensi intlektual meliputi lima faktor diantaranya adalah

1.      Faktor inggatan yang mencakup substansi relasi dan sistem

2.      Faktor inggatan mengenai pengenalan terhadap keseluruhan informasi ,golongan (kelas).

3.      Faktir evaluatif yang meliputi identitas,relasi –relasi  sistem dan proplem yang dihadapi,

 

Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat

Anak itu sendiri misalnya : anak itu kurang mampu berminat atau kurang bermotifikasi  untuk mengembangkanbakat-bakat yang dimiliki

  • Lingkungan anak
  • Anak tu sendiri

 

 

3)      Perkembangan hubungan sosial masa remaja

Dalam perkembangan hubungan sosial terdapat delapan aspek yang menuntut ketrampilan sosial yaitu :

Keluarga,lingkungan, kepribadian rekreasi, pergaulan, pendidikan, persahabatan dan solidaritas kelompok

4)      Perkembangan emosional masa remaja

5)      Perkembangan bahasa masa remaja

  • Faktor yan mempebgaruhui perkembangan bahasa yaitu:
    • Faktor umur
    • Faktor kondisi lingkungan
    • Faktor kecerdasan
    • Faktor kondisi fisik
    • Faktor sosial ekonomi keluarga

6)      Perkembangan nilai,moral dan sikap masa remaja

 

Ciri-Ciri Masa Remaja

Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik, maupun psikologis. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja diantaranya adalah :

 

–          Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi kondisi sosial, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja, misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak, mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu, dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah.

 

–          Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja.

 

 

–          Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa remaja banyak halhal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja, maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama, tetapi juga dengan lawan jenis, dan dengan orang dewasa.

 

–          Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena Rumah Belajar Psikologi sudah mendekati dewasa.

 

–          Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Di satu sisi mereka menginginkan kebebasan, tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut.

 

Karakteristik Masa Remaja

Sebagai periode yang paling penting, masa remaja ini memiliki karakterisitik yang khas jika dibanding dengan periode-periode perkembangan lainnya. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :

a.       Masa Remaja adalah Periode yang Penting

Periode ini dianggap sebagai masa penting karena memiliki dampak langsung dan dampak jangka panjang dari apa yang terjadi pada masa ini. Selain itu, periode ini pun memiliki dampak penting terhadap perkembangan fisik dan psikologis individu, dimana terjadi perkembangan fisik dan psikologis yang cepat dan penting. Kondisi inilah yang menuntut individu untuk bisa menyesuaikan diri secara mental dan melihat pentingnya menetapkan suatu sikap, nilai-nilai dan minta yang baru.

 

b.      Masa Remaja adalah Masa Peralihan

Periode ini menuntut seorang anak untuk meninggalkan sifat-sifat kekanakkanakannya dan harus mempelajari pola-pola perilaku dan sikap-sikap baru untuk menggantikan dan meninggalkan pola-pola perilaku sebelumnya. Selama peralihan dalam periode ini, seringkali seseorang merasa bingung dan tidak jelas mengani peran yang dituntut oleh lingkungan. Misalnya, pada saat individu menampilkan perilaku anak-anak maka mereka akan diminta untuk berperilaku sesuai dengan usianya, namun pada kebalikannya jika individu mencoba untuk berperilaku seperti orang dewasa sering dikatakan bahwa mereka berperilaku terlalu dewasa untuk usianya.

 

c.       Masa Remaja adalah Periode Perubahan

Perubahan yang terjadi pada periode ini berlangsung secara cepat, peubahan fisik yang cepat membawa konsekuensi terjadinya perubahan sikap dan perilaku yang juga cepat. Terdapat lima karakteristik perubahan yang khas dalam periode ini yaitu :

–          Peningkatan emosionalitas,

–          Perubahan cepat yang menyertai kematangan seksual,

–          Perubahan tubuh, minat dan peran yang dituntut oleh lingkungan yang menimbulkan masalah baru,

–          Karena perubahan minat dan pola perilaku maka terjadi pula perubahan nilai, dan

–          Kebanyakan remaja merasa ambivalent terhadap perubahan yang terjadi.

 

d.      Masa Remaja adalah Usia Bermasalah

Pada periode ini membawa masalah yang sulit untuk ditangani baik bagi anak laki-laki maupun perempuan. Hal ini disebabkan oleh dua lasan yaitu : pertama, pada saat anak-anak paling tidak sebagian masalah diselesaikan oleh orang tua atau guru, sedangkan sekarang individu dituntut untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Kedua, karena mereka dituntut untuk mandiri maka seringkali menolak untuk dibantu oleh orang tua atau guru, sehingga menimbulkan kegagalan-kegagalan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

 

e.       Masa Remaja adalah Masa Pencarian Identitas Diri

Pada periode ini, konformitas terhadap kelompok sebaya memiliki peran penting bagi remaja. Mereka mencoba mencari identitas diri dengan berpakaian, berbicara dan berperilaku sebisa mungkin sama dengan kelompoknya. Salah satu cara remaja untuk meyakinkan dirinya yaitu dengan menggunakan simbol status, seperti mobil, pakaian dan benda-benda lainnya yang dapat dilihat oleh orang lain.

 

 

f.       Masa Remaja adalah Usia yang Ditakutkan

Masa remaja ini seringkali ditakuti oleh individu itu sendiri dan lingkungan. Gambaran-gambaran negatif yang ada dibenak masyarakat mengenai perilaku remaja mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan remaja. Hal ini membuat para remaja itu sendiri merasa takut untuk menjalankan perannya dan enggan meminta bantuan orang tua atau pun guru untuk memecahkan masalahnya.

 

g.      Masa Remaja adalah Masa yang Tidak Realistis

Remaja memiliki kecenderungan untuk melihat hidup secara kurang realistis, mereka memandang dirinya dan orang lain sebagaimana mereka inginkan dan bukannya sebagai dia sendiri. Hal ini terutama terlihat pada aspirasinya, aspiriasi yang tidak realitis ini tidak sekedar untuk dirinya sendiri namun bagi keluarga, teman. Semakin tidak realistis aspirasi mereka maka akan semakin marah dan kecewa apabila aspirasi tersebut tidak dapat mereka capai.

 

h.      Masa Remaja adalah Ambang dari Masa Dewasa

Pada saat remaja mendekati masa dimana mereka dianggap dewasa secara hukum, mereka merasa cemas dengan stereotype remaja dan menciptakan impresi bahwa mereka mendekati dewasa. Mereka merasa bahwa berpakaian dan berperilaku seperti orang dewasa sringkali tidak cukup, sehingga mereka mulai untuk memperhatikan perilaku atau simbol yang berhubungan dengan status orang dewasa seperti merokok, minum, menggunakan obat-obatan bahkan melakukan hubungan seksual.

 

Tugas perkembangan remaja

Tugas perkembangan remaja menurut Havighurst dalam Gunarsa (1991) antara lain :

–          Memperluas hubungan antara pribadi dan berkomunikasi secara lebih dewasa dengan kawan sebaya, baik laki-laki maupun perempuan

–          Memperoleh peranan sosial

–          Menerima kebutuhannya dan menggunakannya dengan efektif

–          Memperoleh kebebasan emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya

–          Mencapai kepastian akan kebebasan dan kemampuan berdiri sendiri

–          Memilih dan mempersiapkan lapangan pekerjaan

–          Mempersiapkan diri dalam pembentukan keluarga

–          Membentuk sistem nilai, moralitas dan falsafah hidup

 

Menurut Erikson (1968, dalam Papalia, Olds & Feldman, 2001) mengatakan bahwa tugas utama remaja adalah menghadapi identity versus identity confusion, yang merupakan krisis ke-5 dalam tahap perkembangan psikososial yang diutarakannya. Tugas perkembangan ini bertujuan untuk mencari identitas diri agar nantinya remaja dapat menjadi orang dewasa yang unik dengan sense of self yang koheren dan peran yang bernilai di masyarakat (Papalia, Olds & Feldman, 2001).

Untuk menyelesaikan krisis ini remaja harus berusaha untuk menjelaskan siapa dirinya, apa perannya dalam masyarakat, apakah nantinya ia akan berhasil atau gagal yang pada akhirnya menuntut seorang remaja untuk melakukan penyesuaian mental, dan menentukan peran, sikap, nilai, serta minat yang dimilikinya. Beberapa isu perkembangan remaja: seksualitas, harga diri, orientasi masa depan, konsumsi, keluarga

 

Perubahan-Perubahan yang Terjadi pada Masa Remaja

A.    Perubahan Fisik Masa Remaja

Ø  Faktor- faktor penyebab perubahan fisik pada masa remaja

Pertumbuhan fisik adalah pertumbuhan yang berlangsung secara fisik dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja.perubahan ini meliputi perubahan ukuran tubuh, perubuhan proposi tumbuh, munculnya ciri-ciri kelamin primer dan ciri kelamin skunder menurut Sarlita Wirawan urutan perubahan fisik ada 2 yaitu perubahan fisik anak laki-laki dan perempuan. Perubahan fisik paada anak perempuan adalah sebagai berikut :

–          Terjadi pertumbuhan tulang-tulang

–          Tumbuh bulu yang halus $berawarna gelap di tangan dan kaki

–          Terjadi menstrubasi atau haid

–          Tumbuh bulu-bulu pada ketiak

 

Sedangkan perubahan fisik pada anak laki-laki adlah sebagai berikut :

–          Terjadi pertumbuhan tulang-tulang

–          Tumbuh bulu berwarna gelap pada kemaluan

–          Terjadi awal perubahan nada suara

–          Mengalami ejakulasi

–          Tumbuh bulu diketiak

–          Terjadi akhir perubahan nada suara

–          Rambut-rambut diwajah bertambah tebal dan gelap

–          Tumbuh bulu didada dan kaki

 

Selama masa remaja seluruh tubuh mengalami perubahan baik dibagian luar ataupn bagian dalam tubuh baik perubahan struktur tubuh maupun fungsinya. Dalam kenyataannya hampir semua perubahan bagian tumbuh mengikuti irama yang tetap sehinga waktu kejadiannya dapat diperkirakan sebelumnya. Adapun perubahan – perubahan masa remaja adalah sebagai berikut :

a)      Tinggi badan

Rata-rata anak perempuan mencapai tinggi dewasanya pada usia 17/18 tahun dan bagi anak laki-laki satu tahun lebih dari usia tersebut.

b)      Berat badan

Perubahan berat tubuh seiring dengan waktu sama dengan perubahan tinggi badan, hanya saja sekarang lebih menyebar ke seluruh tubuh.

c)      Proporsi tubuh

Berbagai bagian tubuh secara bertahap mencapai proporsinya. Misal: badan lebih lebar dan lebih kuat.

d)     Organ seksual

Pada laki-laki dan perempuan organ seksual mencapai ukuran dewasa pada periode remaja akhir, namun fungsinya belum matang sampai dengan beberapa tahun kemudian

e)      Karakteristik sex sekunder

Karakteristik sek sekunder utama mengalami perkembangan pada level dewasa pada periode remaja akhir.

 

Ø  Faktor yang mempenaruhi pertumbuhan fisik pada masa remaja adalah sebagai berikut :

1)      Pengaruh keluarga

Pengaruh keluarga ini meliputi faktor keturunan maupun faktor lingkungan. Karena faktor keturunan seorang anak dapat lebih tinggi atau panjang daripada anak lainnya. Faktor lingkungan akan membantu menentukan tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan yang dibawa anak

2)      Pengaruh gizi

Anak –anak yang memperoleh gizi yang cukup biasanya akan lebih tini tubuhnya adn sedikit lebih cepat mencapai masa remaja di banding dengan mereka yang memperoleh gizi buruk. Lingkungan dapat memberikan pengaruh bagi remaja sedemikian rupa sehingga menghambat atau mempercepat laju potensi untuk pertumbuhan potensi untuk pertumbuhan dimasa remaja.

3)      Ganguan emosional

Anak yang sering mengalami gangguan emosional akan mengalami terbentuknya steroid adrenal yan berlebihan dan ini akan membawa akibat berkurangnya pembentukan hormon dan tidak tercapai berat tubuh yang seharusnya.

4)      Jenis kelamin

Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat daripada anak perempuan kecuali pada usia antara 12 dan 15 tahun. Anak  perempuan biasanya akan lebih sedikit lebih tinggi dan lebih berat daripada anak laki-laki. Terjadinya perbedaan berat dan tinggi tubuh ini karena bentuk tulan dan otot pada anak laki-laki memang berbeda dari anak perempuan.

5)      Status sosial ekonomi

Anak-anak yang berasal dari keluarga dengan status ekonomi rendah cenderung lebih kecil daripada anak yang berasal dari keluarga yang status sosial ekonomi tinggi.

6)      Kesehatan

Anak-anak yang sehat dan jarang sakit biasanya akan memiliki tubuh yang lebih berat daripada anak yang sering sakit-sakitan. Kurangnya perawatan kesehatan akan menyebabkan akan mudah terserang penyakit.

 

 

B.     Emosionalitas Masa Remaja

Selain terjadi perubahan fisik yang sangat mencolok, juga terjadi perubahan dalam emosionalitas remaja yang cukup mengemuka, sehingga ada beberapa hal yang dapat disimpulkan dari perubahan pada aspek emosionalitas ini.

Masa ini disebut sebagai masa “storm and stres”, dimana terjadi peningkatan ketegangan emosional yang dihasilkan dari perubahan fisik dan hormonal. Pada masa ini emosi seringkali sangat intens, tidak terkontrol dan nampak irrasional, secara umum terdapat peningkatan perilaku emosional pada setiap usia yang dilalui. Misalnya, pada usia 14 tahun, remaja menjadi mudah marah, mudah gembira, dan meledak secara emosional, sedangkan pada usia 16 tahun terjadi kebalikannya mereka mengatakan tidak terlalu merasa khawatir.

Hal yang paling membuat remaja marah adalah apabila mereka diperlakukan seperti anak-anak atau pada saat merasa diperlakukan tidak adil. Ekspresi kemarahannya mungkin berupa mendongkol, menolak untuk bicara, atau mengkritik secara keras. Hal yang juga cukup mengemuka yaittu pada masa ini remaja lebih iri hati terhadap mereka yang memiliki materi lebih.

 

 

 

C.     Perubahan Sosial pada Masa Remaja

Salah satu tugas perkembangan yang paling sulit pada masa remaja adalah penyesuaian sosial. Penyesuaian ini harus dilakukan terhadap jenis kelamin yang berlainana dalam suatu relasi yang sebelumnya tidak pernah ada dan terhadap orang dewasa diluar keluarga dan lingkungan sekolah.

Pada masa ini remaja paling banyak menghabiskan waktu mereka di luar rumah bersama dengan teman sebaya mereka, sehingga bisa difahami apabila teman sebaya sangat berpengaruh terhadap sikap, cara bicara, minat, penampilan, dan perilaku remaja.

Perubahan dalam perilaku sosial terlihat dengan adanya perubahan dalam sikap dan perilaku dalam relasi heteroseksual, mereka yang tadinya tidak menyukai keterlibatan lawan jenis menjadi menyukai pertemanan dengan lawan jenis. Secara umum dapat dikatakan bahwa minat terhadap lawan jenis meningkat. Selain itu, perubahan sosial yang terjadi dengan adanya nilai-nilai baru dalam memilih teman, dimana sekarang remaja lebih memilih yang memiliki minat dan nilai-nilai yang sama, bisa memahami dan membuat merasa aman, dapat dipercaya dan bisa diskusi mengenai hal-hal yang tidak bisa dibicarakan dengan guru atau orang tua. Pada masa ini pun remaja memiliki keinginan untuk tampil sebagai seorang yang populer dan disukai oleh lingkungannya.

 

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sikap Remaja Terhadap Pendidikan

Menurut Hurlock (1980), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi sikap remaja terhadap pendidikan, yaitu :

a.       Sikap teman sebaya – apakah mereka berorientasi untuk melanjutkan kuliah atau berorientasi kerja.

b.      Sikap orang tua – apakah orang tua menialai bahwa sekolah merupakan sarana peningkatan status sosialnya atau hanya sekedar tuntutan untuk menyekolahkan saja.

c.       Tingkatan, yang menunjukkan kesuksesan atau kegagalan remaja secara akademis.

d.      Relevansi atau nilai praktis dari bermacam-macam pelajaran.

e.       Sikap terhadap guru, pegawai administrasi, kebijakan-kebijakan akademik dan disiplin.

f.       Sukses dalam kegiatan ekstrakurikuler

g.      Derajat penerimaan sosial oleh teman sekelasnya.

Beberapa kebutuhan yang dimiliki remaja diantaranya adalah sebagai berikut :

 

  1. Kebutuhan dasar individu

Masa remaja merupakan masa perlahihan dari masa kanak-kanak menuju masa remaja. Menurut libert dan kawan- kawan menyatakan bahwa selama masa remaja banyak masalah yang dihadapi karena itu remaja berupaya menemukan jati diriny atau identitasnya. Ada beberapa jeis kebutuhan remaja yang dapat di klasifikasikan menjadi beberapa kelompok kebutuhan yaitu :

o   Kebutuhan organik yaitu makanan,minuman,bernafas dll.

o   Kebutuhan emosional yaitu kebutuhan untuk mendapatkan simpati dan pengkuan diri dari pihak lain.

o   Kebutuhan berprestasi yang didorong untuk mengembangkan potensi yang di miliki dan sekaligus menunjukan kemampuan psikis.

o   Kebutuhan untuk memertahankan diri dan mengembangkan jenis.

Remaja sebagai individu atau pada umumnya remaja juga mempunyai kebutuhan dasar.

 

Secara lengkap kebutuhan dasar seorang individu dapat di gambarkan sebagai berikut :

  • Kebutuhan individu untuk mendapatkan teman sejawat
  • Kebutuhan individu untuk mengembangkan diri
  • Kebutuhan individu untuk berhasil
  • Kebutuhan individu untuk mendapatkan kasih sayang

 

Menurut lewis (1993) kegiatan remaja atau manusia itu didorong oleh berbagai kebutuhan yaitu :

  • Kebutuhan jasmaniah
  • Kebutuhan Psikologis
  • Kebutuhan Ekonomi
  • Kebutuhan Sosial
  • Kebutuhan politik
  • Kebutuhan penghargaan
  • Kebutuhan aktualisasi diri

 

 

 

  1. Kemandirian sebagai kebutuhan psikologis pada remaja

Kemandirian merupakan  suatu sikap individu yang diperoleh secara komulatif selama perkembangan dan individu akan terus belajar untuk bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi dilingkungan sehingga individu pada akhirnya mampu berfikir bertindak sendiri. Menurut robert haviurst (1972) kemandirian terdiri dari beberapa aspek yaitu :

o   Emosi, aspek ini ditunjukan denan kemampuan mengontrol emosi dan tidak bergantung kepada orang tua.

o   Ekonomi, aspek ini di tujukan dengan kemampuan mengatur eknomi.

o   Intlektual , aspek ini ditunjukan dengan kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi.

o   Sosial , aspek ini ditunjukan dengan kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain.

 

Kemandirian seorang remaja diperkuat melalui proses sosialisasi yang terjadi antara remaja dan teman sebaya. Hurlock (1991) menyatakan bahwa melalui hubungan dengan teman sebaya remaja belajar berfkir secara mandiri dalam mengambil keputusan bahkan menerima pandangan dan nilai yang berasal dari keluarga dan mempelajari pola prilaku yang diterima didalam kelompoknya. Kelompok teman sebaya merupakan linkungan sosial pertama tempat remaja belajar untuk hidup bersama dengan orang lain yang bukan anggota keluarga.

Kepercyaan diri sebagi kebutuhan remaja

Kepercayaan diri adalah sikap posotif seorang individu yang nenampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan situasi yang dihadapinya. Dalam kepercayaan diri remaja mempunyai karakteristik  diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Percaya akan kemampuan diri
  • Tidak terdorong untuk menunjukan  sikap konformis demi diterima oleh orang lain
  • Berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain
  • Punya pengendalian diri yang baik dan emosinya stabil.
  • Mempunyai cara pandang yang positif trerhadap diri sendiri,orang lain dan situasi luar

 

Implikasi pemenuhan kebutuhan  remaja

Pemenuhan kebutuhan fisik atau organik adalh merupakan kebutuhan pokok. Kebutuhan ini harus dipenuhi karena merupakan kebutuhan untuk mempertahankan kehidupan agar tetap tegar. Tidak terpenuhinya kebutuhan fisik ini sangat berpengaruh terhadap pembentukan pribadi dan perkemmbangan psikososial seorang individu. Untuk mengembangkan kemampuan hidup bermasyarakat dan mengenalkan berbagai nama sosial, amat pentingdi kembangkan kelompok-kelompok remaja untuk bebagai urusan seperti oalh raga, kelompok seni dan musik, kelompok belajar dll.

 

Tipe-Tipe Remaja yang Memiliki Sedikit Minat dalam Pendidikan

1.      Remaja yang orang tuanya memiliki aspirasi yang tidak realistis terhadap prestasi akademis, olah raga dan sosial sehingga memaksa anak-anaknya untuk meraih target yang ditentukan mereka.

2.      Remaja yang kurang diterima oleh teman sekelas dan mereka yang merasa kehilangan kesenangan seperti teman-temannya dalam kegiatan ekstrakulikuler.

3.      Remaja yang matang lebih awal dan merasa lebih mencolok dibandingkan teman sekelasnya, sehingga seringkali diharapkan untuk bisa melakukan tugas-tugas akademis melebihi dari kemampuannya.

About bagusware

Aku adalah aku, dan kamu adalah kamu... Aku dan kamu pasti bisa...

Posted on 17 Desember 2010, in Pendidikan. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. postingannya keren abizz,,
    tengkyu beratzz,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: